Industri & Komoditi

Saham PT Timah Diproyeksi Naik 45%

×

Saham PT Timah Diproyeksi Naik 45%

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, SEDULANGDPTCOM — CGS International Sekuritas Indonesia mengklaim saham PT Timah Tbk (TINS) diproyeksikan bakal panas dengan peluang kenaikan hingga 45% dari harga saham perseroan pada penutupan perdagangan efek, Kamis (4/9/2025), yang berakhir di posisi Rp1.030.

Menurut Sharon Natasha, Retail Research Analyst CGS International Sekuritas Indonesia, dikutip dari investor.id, ada dua faktor kunci yang berpotensi menyengat saham emiten anggota MIND ID ini. Pertama, pasokan timah yang cenderung terbatas di pasar global. Faktor kedua datang dari upaya pemerintah memberantas penambangan timah ilegal.

Ketatnya pasokan timah di pasar global membuat harga komoditas logam dasar (base metal) tersebut menguat hingga 21% sampai Agustus 2025.

“Kenaikan ini ditopang oleh terbatasnya pasokan timah global, akibat belum beroperasinya tambang Man Mau di Myanmar dan smelter di Pulau Indah di Malaysia,” ucap Sharon di program Berita Tentang Saham (BTS), Kamis (4/9/2025).

Di sisi lain, pemerintah juga berkomitmen kuat memberangus lebih dari 1.000 praktik pertambangan tanpa izin (PETI) di berbagai wilayah di Indonesia. Diikuti dengan langkah manajemen TINS yang turut berupaya mengurangi penambangan ilegal.

“Jadi, langkah berupa legalisasi dan efisiensi industri pertambangan ini diharapkan menjadi pendukung dan memberikan ruang perbaikan termasuk bagi para pelaku usaha pertambangan yang resmi seperti TINS,” tutur Sharon.

Tak heran, konsensus Bloomberg mematok tinggi target harga saham TINS di Rp1.500. Secara teknikal, Sharon melihat, apabila saham TINS mampu breakout dari Rp1.080, potensi penguatannya bakal berlanjut ke resistance Rp1.100 dan Rp1.150. Sementara untuk area support, TINS berada di Rp1.050 dan Rp1.030.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Timah Tbk Fina Eliani menyampaikan, TINS terus berupaya mengoptimalkan volume produksi melalui peningkatan sumber aya dan cadangan.

“Perseroan juga akan menambah armada produksi dan jumlah tambang, pengamanan wilayah Izin Usaha Pertambangan IUP), serta transformasi proses bisnis agar dapat mencapai target yang telah ditetapkan,“ tutur dia dalam keterangan resminya.

Karena itu, TINS telah menetapkan sasaran pokok pada tahun ini antara lain produksi bijih timah sebesar 21.500 ton Sn, produksi logam timah sebesar 21.545 metrik ton, dan penjualan logam timah sebesar 19.065 metrik ton.

Untuk merealisasikan sasaran tersebut, TINS mendorong peningkatan pengelolaan cadangan dan sumberdaya; menjaga kepemimpinan pasar, meningkatkan agresivitas produksi dan kinerja operasi; memperkuat hilirisasi serta industrialisasi dengan mendukung ekosistem electric vehicle dan industri energi; melakukan transformasi proses bisnis; sampai mengembangkan Center of Excellence dan optimalisasi portofolio.

Sepanjang semester I-2025, TINS mencatatkan pendapatan sebesar Rp4,22 triliun, turun 19,0% dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,21 triliun akibat menurunnya volume penjualan logam timah. Beban pokok pendapatan turun 15,6% dari Rp4,00 triliun di semester I-2024 menjadi Rp3,37 triliun di semester I-2025.

Penurunan tersebut berdampak pada laba bersih TINS pada semester I-2025 menjadi Rp300,07 miliar atau 93%. Padahal, pada periode sama tahun lalu, perseroan mampu mencetak laba bersih sebesar Rp434,46 miliar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *