PANGKALPINANG, SEDULANG — Bangka Belitung tidak pernah hilang sosok hebat di dunia pendidikan. Salah seorangnya ialah Saparudin, atau Prof. Udin. Sesuai gelar yang tersemat di namanya, ia adalah penyandang gelar profesor bidang Informatika pertama di Universitas Sriwijaya (Unsri) (Hingga 2017).
Sebelumnya, Prof. Udin menamatkan pendidikan strata (S3) Computer Science, Universiti Teknologi Malaysia (UTM), dan sekaligus menjadi guru besar ke-123 Unsri. Dalam pengukuhannya sebagai guru besar 2017 lalu, Prof. Udin menyampaikan pidato berjudul “Teknologi Sistem Identifikasi Sidik Jari dan Penerapannya dalam Ilmu Forensik dan Diagnostik.”
Sebagaimana diketahui, Prof. Udin-begitu ia akrab disapa, merupakan pendidik kelahiran Pangkalpinang. Jejak pendidikan formalnya di awali di SD Negeri 5 Pangkalpinang, kemudian dilanjutkannya di SMP Negeri 2, serta SMA Sriwiyaya Pangkalpinang. Di dunia perkuliahan, Prof. Udin memulai S1 di Unsri, kemudian S2 di ITB, dan S3 di UTM.
Sebagai pendidik pun, pria berusia 55 tahun atau lahir pada 12 April 1969, tercatat sebagai dosen Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsri. Ia juga dipercaya sebagai dosen di Fakultas Ilmu Komputer Unsri. Atas dedikasi, dan sumbangsihnya di bidang IT itulah yang menjadi alasan penyematan tanda jabatan akademik tertinggi itu.
Puluhan tahun malang melintang di dunia pendidikan, Prof. Udin atas keahliannya terpanggil untuk memberikan dedikasinya membangun Bangka Belitung. Hal itu diwujudkannya saat menerima tugas sebagai Staf Khusus Gubernur Bangka Belitung di masa gubernur definitif terakhir, atau periode 2017-2022.
Di sana, ia banyak mendapatkan tugas yang dijalankannya dengan baik. Salah satunya saat dunia menghadapi gelombang pandemi. Dengan kemampuan birokrasinya saat itu, ia yang berada di tim percepatan penanggulangan Covid-19, mampu meyakinkan Pemerintah Pusat untuk menggelontorkan anggaran untuk membantu Pemerintah Provinsi Bangka Belitung.
Untuk itu, baginya, keputusannya maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 ini bukanlah hal baru baginya untuk menjalankan roda pemerintahan. Ia sudah mengenyam pengalaman di dunia birokrat sejak menjabat Lektor Kepala Teknik Informatika Unsri, hingga dipercaya sebagai Staf Khusus Gubernur Babel. (**)












