PANGKALPINANG, SEDULANGDOTCOM —Tak ingin pemuda Pangkalpinang hanya jadi penonton, Saparudin, atau Prof Udin menggagas kerja sama antar kota dunia untuk membuka jalan prestasi dan karier bagi generasi muda.
Dalam upaya menjawab tantangan bonus demografi dan minimnya lapangan kerja di kota, Prof Udin akan meluncurkan program visioner bertajuk “Sister City” yang difokuskan untuk membuka akses pendidikan dan karier global bagi anak muda Pangkalpinang.
Program yang merupakan penyempurnaan dari program Wali Kota Pangkalpianang (2003-2013) Zulkarnain Karim ini akan menghubungkan Pangkalpinang dengan kota-kota lain, baik dalam negeri seperti Bandung dan Surabaya, maupun luar negeri yang memiliki kesamaan visi dalam pembangunan SDM.
“Kita ingin anak muda Pangkalpinang punya akses belajar ke luar kota, bahkan luar negeri. Belajar bukan hanya di ruang kelas, tapi lewat pengalaman langsung, magang, pelatihan, sampai wirausaha lintas kota,” ungkap Prof Udin.
Tak hanya itu, kerja sama sister city ini juga mencakup dukungan peningkatan kapasitas guru, beasiswa pertukaran, serta kerja sama pelatihan vokasi berbasis teknologi dan industri kreatif.
Langkah ini mendapat apresiasi dari berbagai komunitas pemuda dan organisasi pendidikan.
“Ini bukan sekadar janji kampanye. Kami butuh pemimpin yang berpikir global, tapi tetap berpijak di lokal. Program seperti ini yang membuka masa depan kami,” ujar seorang mahasiswa asal Pangkalpinang. (Gga)












