PANGKALPINANG, SEDULANGDOTCOM — Pandangan tersendiri diungkapkan Saparudin, atau Prof Udin tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Ulang 2025 di Pangkalpinang. Ia menilai pilkada bukanlah semata tentang kekuasaan.
Alih-alih bicara soal politik kekuasaan, Prof Udin punya cara dalam meyakinkan masyarakat terhadap sosoknya. Ia lebih terlihat sibuk menyusuri gang-gang kecil, duduk di warung kopi, dan mengunjungi warga tanpa panggung besar.
Hal ini dilakukannya untuk mendengar langsung keluhan warga tentang pendidikan, harga sembako, kesulitan para pegiat UMKM, hingga minimnya ruang seni bagi anak muda. Ia pun memilih suasana pertemuan yang akrab dan langsung menyentuh kehidupan masyarakat.
“Saya tidak melihat ini sebagai kompetisi merebut kursi. Bagi saya, ini soal pengabdian. Soal siapa yang paling siap menjadi pelayan bagi warga Pangkalpinang,” ujar Prof Udin.
Warga pun merasakan pendekatan yang berbeda dari Prof Udin. Mereka menyebut bahwa beliau datang bukan membawa janji-janji politik, tapi membawa waktu dan telinga yang siap mendengar.
“Kalau calon lain datang dengan selebaran dan rombongan, Prof Udin datang sendiri. Duduk, ngopi, dan dengerin. Kami merasa dihargai,” ujar warga.
Prof Udin juga menegaskan bahwa kampanye baginya bukan soal branding semata, tetapi proses membangun kembali kepercayaan antara rakyat dan calon pemimpin.
“Kalau rakyat sudah bicara, tugas saya bukan membalas dengan janji. Tapi memastikan mereka merasa didengar dan dibela,” tambahnya.












