Pangkalpinang

Kesunyian Subuh Menghantar Doa dan Harapan Besar Petugas Kebersihan untuk Prof Udin

×

Kesunyian Subuh Menghantar Doa dan Harapan Besar Petugas Kebersihan untuk Prof Udin

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, SEDULANGDOTCOM – Udara sejuk dan sunyi masih menyelimuti kawasan Semabung, Kota Pangkalpinang, saat Saparudin atau, Prof Udin sapaan akrabnya, menunaikan salat subuh berjamaah di Masjid Al-Muttaqin, Girimaya, Pangkalpinang, pada Kamis (03/06/2025).

Usai salat, Bakal Calon Wali Kota Pangkalpinang itu tidak langsung pulang, tetapi memilih duduk sejenak di pelataran masjid. Di tengah waktu yang sunyi dan belum ramai aktivitas, terlihat seorang tukang sapu jalan mulai bekerja membersihkan ruas jalan di sekitar lingkungan masjid.

Sambil membawa sapu lidi dan gerobak kecil, sang petugas kebersihan tampak kaget, sekaligus senang saat disapa langsung oleh Prof Udin.

Dalam interaksi singkat namun sarat makna itu, sang petugas kebersihan dengan wajah bersahaja dan senyum tulus mengucapkan harapan dan dukungan secara spontan.

“Pokok e, Insyaallah mudah-mudahan semoga dikabul Allah Pak Udin jadi Wali Kota, pokok kami dukung Bapak lah,” ujarnya lirih tapi mantap.

Prof Udin tersenyum, menghentikan langkahnya, lalu membalas dengan sapaan yang hangat dan santun.

“Aamiin, terima kasih,” katanya sambil menjabat tangan sang petugas kebersihan.

Momen sederhana itu menunjukkan kedekatan sejati antara pemimpin dan rakyat. Tak ada tutur kampanye, tak ada pengeras suara, hanya dua orang yang saling mendoakan di waktu pagi.

Kisah ini menambah dimensi lain dari figur Prof Udin yang selama ini dikenal sebagai akademisi dan tokoh yang santun.

Bahwa ia bukan hanya berbicara soal visi-misi dan pembangunan infrastruktur, tapi juga hadir untuk menyapa mereka yang sering terlewat dari sorotan: para tukang sapu, penjaga malam, dan warga yang bekerja di balik layar kenyamanan kota.

Bagi sebagian orang, petugas kebersihan mungkin dianggap profesi yang dinilai sebelah mata. Tapi, bagi Prof Udin, mereka adalah rakyat dengan kedudukan yang sama, bahkan doa dari mereka adalah wujud ketulusan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *