PANGKALPINANG, SEDULANGDOTCOM – Saat malam akhir pekan Pangkalpinang menunjukkan hiruk pikuk kehidupan, di salah satu sudut kotanya menjadi saksi, hari di mana mahasiswa Pangkalpinang mendapatkan pengalaman berharga.
Suasana santai di salah satu kafe lokal, komunikasi hangat diciptakan Prof Saparudin, atau Prof Udin bersama sejumlah komunitas mahasiswa. Ia membuka ruang diskusi. Tidak ada podium, tidak ada proyektor, hanya segelas kopi di atas meja, dan keberanian untuk bicara jujur.
Dalam dialog terbuka itu mahasiswa diberi ruang penuh untuk menyampaikan berbagai aspirasi, keluhan, bahkan kritik. Dari sini Prof Udin memperlihatkan sisi lain dari dunia akademik, lebih inklusif, lebih membumi. Ia tak membantah, namun mendengar, dan memberi solusi.
“Mahasiswa itu mitra berpikir kami, dan saya ingin mereka tahu, suara mereka penting,” ujar Prof Udin dalam sesi tanya jawab, Sabtu (31/5/2025).
Prof Udin menjawab semua pertanyaan dengan tenang, dan jelas. Ia tidak menutup-nutupi masalah, bahkan mendorong mahasiswa untuk terus bersuara. Sikap ini mendapat apresiasi dari calon-calon cendikia muda.
Mereka menganggap pertemuan sederhana tersebut meninggalkan penilaian yang menarik. Mahasiswa menyampaikan aspirasi secara langsung, dan mendapatkan jawaban konkret, serta sarat wawasan yang diberikan sang Profesor di bidang IT itu.
“Jadi, di sini kami dapat menyampaikan keluh kesah kami, menyampaikan apa yang kami inginkan dalam bidang studi yang kami pelajari. Saya cukup puas dengan jawaban Prof Udin, karena beliau menjawab secara tegas dan lugas,” ujar Sanjai, salah satu mahasiswa yang hadir.
Menutup pertemuan itu, Sanjai kembali menyampaikan harapannya agar Prof Udin dapat terus memberikan pengabdiannya bagi Pangkalpinang, khususnya menjadi figur kemajuan dunia pendidikan Ibu Kota Bangka Belitung (Babel).
“Kalau harapan kedepannya, kalau memang niatnya baik, semoga dimudahkan apa yang beliau ingin capai, dan saya ingin Prof Udin tetap pada jalannya,” tutup Sanjai. (**/ril)












