PANGKALPINANG. SEDULANGDOTCOM – Senyum bahagia terpancar dari wajah Fanny, siswi kelas VIII SMPN 5 Pangkalpinang, saat menerima bantuan beasiswa dari Wali Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin dan Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna, Jumat (07/11/2025)
“Saya sangat senang sekali. Beasiswa ini akan saya gunakan untuk beli perlengkapan sekolah. Terima kasih Pak Wali dan Bu Wawako yang sudah peduli dengan kami,” ucapnya.
Ungkapan tulus dari Fanny itu menjadi simbol kebahagiaan ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kota Pangkalpinang yang menerima bantuan beasiswa dan perlengkapan sekolah dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang.
Kegiatan penyerahan bantuan ini merupakan bagian dari 100 hari kerja prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang, dengan fokus besar pada peningkatan kualitas pendidikan sejak usia dini hingga tingkat menengah.
Sementara itu, Nurhayati, guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kecamatan Rangkui, menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian pemerintah di bawah kepemimpinan Prof Saparudin-Dessy Ayutrisna.
“Kami merasa diperhatikan. Bantuan ini bukan hanya untuk anak-anak, tapi juga penyemangat bagi kami para guru. Anak-anak lebih semangat datang ke sekolah, dan orang tua juga terbantu,” ujarnya.
Melalui Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang, pemerintah menyalurkan beasiswa senilai Rp1,09 miliar untuk 1.041 siswa dari jenjang PAUD, SD, SMP, hingga pendidikan kesetaraan yang bersumber dari APBD Kota Pangkalpinang 2025.
Selain uang tunai, para siswa di tingkat PAUD juga diberikan perlengkapan belajar seperti tas, buku, dan alat tulis. Bantuan ini sekaligus menjadi dukungan moral bagi para guru PAUD yang selama ini menjadi garda terdepan pendidikan anak usia dini.
Wali Kota Prof Saparudin menegaskan bahwa keberhasilan membangun kota harus dimulai dari pendidikan yang kuat sejak usia dini. Untuk itu, ia menyebutkan dunia pendidikan menjadi salah satu prioritas kerjanya bersama Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna.
“Kalau ingin Pangkalpinang maju, mulai dari PAUD. Mereka adalah pondasi peradaban. Pemerintah harus hadir dari awal untuk memastikan setiap anak bisa belajar dan bermimpi,” katanya.












