8 Atlet Bulu Tangkis Indonesia Diskors BWF, 3 di Antaranya Hukuman Seumur...

8 Atlet Bulu Tangkis Indonesia Diskors BWF, 3 di Antaranya Hukuman Seumur Hidup

19
0
BERBAGI
Ilustrasi bulu tangkis. Foto: net

JAKARTA, SEDULANG – Dunia bulu tangkis Indonesia tercoreng dengan dikeluarkannya keputusan Badan Bulu Tangkis Dunia, atau BWF, yang menghukum delapan pebulu tangkis lantaran terjerat kasus taruhan dan match fixing.

Pada rilis yang dikeluarkan BWF pada Rabu (27/3), nama-nama atlet bulu tangkis tersebut yakni Hendra Tandjaya (ganda putra, ganda campuran), Ivandi Danang (ganda putra, ganda campuran), Androw Yunanto (tunggal putra, ganda putra), Sekartaji Putri (tunggal putri, ganda campuran), Mia Mawarti (tunggal putri), Fadila Afni (tunggal putri, ganda putri), Aditiya Dwiantoro (ganda putra), dan Agriprinna Prima Rahmanto Putra (tunggal putra, ganda putra, ganda campuran).

Hukuman disiplin yang dikenakan itu merupakan kelanjutan dari tuduhan pada 2021. Selain atlet Indonesia, hukuman juga diberikan kepada pemain lain dari Brunei Darussalam, Malaysia, dan India.

“Panel Disiplin BWF memutuskan dugaan pelanggaran Statuta BWF dan mempunyai wewenang untuk menjatuhkan skorsing,” tulis BWF yang dikutip dari CNN Indonesia, Minggu (31/3/2024).

Bahkan, tiga di antaranya dihukum larangan bermain di level profesional seumur hidup. Mereka adalah Hendra Tandjaya, Ivandi Danang, dan Androw Yunanto. Sementara, Sekartaji Putri dilarang berkegiatan yang berkaitan dengan bulu tangkis selama 12 tahun sampai 18 Januari 2032, dan denda US$12 ribu, atau setara dengan Rp190,5 juta.

Mia Mawarti dan Fadilla Afni dihukum larangan berkegiatan yang berkaitan dengan bulu tangkis selama 12 tahun sampai 18 Januari 2030, dan denda US$10 ribu. Hukuman lainnya juga diberikan kepada Aditya Dwiantoro dengan larangan berkegiatan di bulu tangkis selama 7 tahun sampai 18 Januari 2027, dan denda US$7 ribu.

Sedangkan Agripinna Prima Rahmanto dihukum larangan 6 tahun sampai 18 Januari 2026 di badminton dengan denda US$3 ribu. Seluruh hukuman tersebut berlaku sejak 18 Januari 2020.

Para pemain Indonesia ini diberikan batas waktu selama 21 hari melakukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). (Rz)

LEAVE A REPLY